Oleh: batangbanyu | November 5, 2007

Anak kampung

Lebaran tanpa mudik bagai sayur tanpa garam, bukan ikut-ikutan latah tapi memang sudah beberapa tahun menjalani takdir sebagai perantau di banjarmasin ini, mulai dari perantau akademis sampai sekarang perantau ekonomi.. (ada nggak ya istilah tersebut dalam ilmu sosial :) )
Libur lebaran kemaren dimafaatin habis buat refreshing, melepas rindu sekaligus bernostalgia akan masa lalu.
Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat, apalagi ubtuk sebuah perubahan. Perubahan yang terjadi teramat banyak hingga beberapa khayalan tentang kampung halaman memudar dengan sendirinya..
Ada yang bergeser, ada yang berubah dan ada yang hilang dari kampung halamanku…….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.